BAB 2 | Abad ke-13 M — Abad ke-16 M

Era Islam

Islam masuk ke Nusantara bukan melalui pedang, melainkan melalui perdagangan, dakwah, dan perkawinan — menjadikan Indonesia negara Muslim terbesar dengan proses yang unik dan damai.

Proses Masuknya Islam

Islam mulai masuk ke Nusantara pada abad ke-13 Masehi, dibawa oleh para pedagang Muslim dari Gujarat (India), Persia, Arab, dan Cina. Berbeda dengan penyebaran Islam di wilayah lain yang melibatkan penaklukan militer, di Nusantara Islam disebarkan secara damai melalui jalur perdagangan. Para pedagang Muslim menetap di pelabuhan-pelabuhan pesisir, berhubungan dengan masyarakat lokal, dan secara bertahap memperkenalkan ajaran Islam melalui akhlak yang baik, perdagangan yang jujur, dan perkawinan campuran dengan penduduk setempat.

Kesultanan-Kesultanan Penting

1297 M

Kesultanan Samudera Pasai

Kesultanan Islam pertama di Nusantara, berdiri di Aceh. Didirikan oleh Malik Al-Saleh yang memeluk Islam dan mengubah kerajaannya menjadi kesultanan. Samudera Pasai menjadi pusat perdagangan dan penyebaran Islam di kawasan Selat Malaka. Ibnu Battuta, pelancong dari Maroko, mengunjungi Pasai tahun 1345–1346 M dan mencatat kemakmuran kerajaan ini.

Peninggalan: Makam Malik Al-Saleh, koin emas Pasai
1475–1554 M

Kesultanan Demak

Kesultanan pertama di Jawa, didirikan oleh Raden Patah — putra raja Majapahit terakhir yang memeluk Islam. Demak berperan besar dalam penyebaran Islam di Jawa melalui para Wali Songo (Sembilan Wali). Demak juga melakukan ekspedisi ke Malaka untuk mengusir Portugis tahun 1511 M, menunjukkan kekuatan militer dan komitmen Islam di kawasan tersebut.

Peninggalan: Masjid Agung Demak, Makam Raden Patah dan para Wali
1496–1903 M

Kesultanan Ternate & Tidore

Dua kesultanan di Maluku yang menguasai perdagangan cengkeh — komoditas paling berharga di dunia pada masanya. Sultan Baabullah dari Ternate (1570–1583) berhasil mempersatukan pulau-pulau di sekitarnya dan menolak kehadiran Portugis. Kerajaan-kerajaan Islam di Maluku berperan penting dalam menjaga kedaulatan wilayah Indonesia paling timur.

Peninggalan: Benteng Tolukko, Kedaton Sultan Ternate, Keraton Tidore
1526 M

Kesultanan Aceh Darussalam

Kesultanan terkaya dan terkuat di Asia Tenggara pada abad ke-16–17. Dikenal sebagai "Serambi Mekah", Aceh menjadi pusat pendidikan Islam yang sangat terhormat. Sultan Iskandar Muda (1607–1636) memimpin Aceh pada puncak kejayaan — armada lautnya menguasai Selat Malaka barat dan berperang melawan Portugis, Belanda, dan Johor. Aceh juga memiliki perpustakaan besar dan menjadi pusat intelektual Islam.

Peninggalan: Masjid Raya Baiturrahman, Makam Sultan Iskandar Muda, Kherkhof

Wali Songo — Penyebar Islam di Jawa

Wali Songo (Sembilan Wali) adalah gelar untuk para ulama yang berperan besar dalam penyebaran Islam di Jawa pada abad ke-15–16. Mereka menggunakan pendekatan kultural — menghormati tradisi lokal, menggunakan seni (wayang, gamelan), dan membangun masjid dengan arsitektur khas Jawa.

Sunan Giri

Pendidikan, pemerintahan

Sunan Kalijaga

Seni, wayang, gamelan

Sunan Ampel

Masjid Ampel, Surabaya

Peninggalan Era Islam

Masjid Agung Demak
Masjid Raya Baiturrahman

Rangkuman BAB 2

  • Islam masuk melalui perdagangan, dakwah damai, dan akulturasi budaya lokal
  • Samudera Pasai (1297) adalah kesultanan Islam pertama di Nusantara
  • Wali Songo menyebarkan Islam di Jawa dengan pendekatan kultural dan seni
  • Kesultanan Demak, Aceh, Ternate-Tidore menjadi kekuatan politik-ekonomi utama
  • Akulturasi Islam dengan budaya lokal menghasilkan Islam Nusantara yang moderat dan toleran