BAB 4 | 17 Agustus 1945 — Sekarang

Era Kemerdekaan

Kemerdekaan Indonesia bukan hadiah — ia diraih melalui perjuangan panjang seluruh rakyat Nusantara, dari Sabang sampai Merauke.

Proklamasi Kemerdekaan

Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945. Para pemuda Indonesia mendesak Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan. Pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, Soekarno membacakan teks proklamasi yang ditulis sendiri, diketik oleh Sayuti Melik, dan ditandatangani oleh Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia.

"Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya."

— Naskah Proklamasi, 17 Agustus 1945

Mempertahankan Kemerdekaan

10 Nov 1945

Pertempuran Surabaya

Pasukan Sekutu (Inggris) datang ke Indonesia dengan misi melucuti senjata Jepang dan membebaskan tawanan perang. Namun mereka juga membawa pasukan Belanda (NICA) yang ingin kembali menjajah. Di Surabaya, Bung Tomo mengobarkan semangat perlawanan rakyat melalui radio. Pertempuran berlangsung selama berminggu-minggu dan menelan banyak korban. Tanggal 10 November kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Warisan: Arek-arek Suroboyo membuktikan bahwa rakyat biasa mampu melawan tentara profesional
1946–1948

Perundingan dengan Belanda

Indonesia melakukan perlawanan bersenjata sekaligus diplomasi. Tiga perundingan utama: Linggarjati (Maret 1947) mengakui wilayah Jawa, Sumatra, dan Madura; Renville (Januari 1948) memperkecil wilayah Indonesia hanya di Jawa dan Sumatra; dan Roem-Royen (Mei 1949) yang akhirnya membuka jalan menuju pengakuan kedaulatan.

Pelajaran: Perjuangan diplomasi sama pentingnya dengan perjuangan bersenjata
27 Des 1949

Pengakuan Kedaulatan

Pada 27 Desember 1949, Belanda secara resmi mengakui kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS) dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag. Pada 17 Agustus 1950, RIS diubah kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Soekarno sebagai Presiden.

NKRI: Bentuk negara kesatuan dipilih karena lebih menjamin persatuan dan kesatuan bangsa

Tokoh Kemerdekaan

Ir. Soekarno

Proklamator, Presiden pertama RI, pemimpin pergerakan nasional

Mohammad Hatta

Proklamator, Wakil Presiden pertama, arsitek ekonomi kemerdekaan

Sutan Sjahrir

Perdana Menteri pertama, diplomat ulung dalam perundingan internasional

Bung Tomo

Pemimpin Pertempuran Surabaya, orator yang membakar semangat perlawanan

Jenderal Sudirman

Panglima besar TNI, memimpin perang gerilya meski sakit parah

Cut Nyak Dhien

Pahlawan perempuan dari Aceh, melawan Belanda hingga ditangkap

Monumen peringatan kemerdekaan

Rangkuman BAB 4

  • Kemerdekaan diproklamasikan 17 Agustus 1945 oleh Soekarno-Hatta
  • Pertempuran Surabaya (10 Nov 1945) menunjukkan keberanian rakyat melawan Sekutu-NICA
  • Perjuangan dilakukan melalui jalur bersenjata dan diplomasi (Linggarjati, Renville, Roem-Royen)
  • Belanda mengakui kedaulatan 27 Desember 1949; NKRI terbentuk 17 Agustus 1950
  • Kemerdekaan diraih berkat perjuangan seluruh rakyat, bukan hadiah dari siapapun