BAB 1 | Abad ke-4 M — Abad ke-15 M

Era Hindu–Budha

Pengaruh kebudayaan India membawa transformasi besar bagi peradaban Nusantara. Lahirnya kerajaan-kerajaan bercorak Hindu dan Buddha menjadi fondasi awal identitas bangsa.

Pengaruh Kebudayaan India

Pengaruh Hindu dan Buddha masuk ke Nusantara sekitar abad ke-2 hingga ke-4 Masehi melalui jalur perdagangan. Pedagang dari India selatan (Coromandel) dan para brahmana membawa ajaran agama, bahasa Sanskerta, sistem pemerintahan, dan seni bangun. Proses Indianisasi ini tidak berupa penjajahan, melainkan asimilasi budaya yang diserap dan diadaptasi oleh masyarakat lokal sesuai kebudayaan mereka sendiri.

Kerajaan-Kerajaan Utama

~400 M

Kerajaan Kutai

Kerajaan Hindu tertua di Nusantara, berlokasi di Muara Kaman, Kalimantan Timur. Bukti sejarahnya adalah tujuh buah yupa (tumpukan batu korban) yang ditulis dalam bahasa Sanskerta dan aksara Pallawa. Raja pertama yang tercatat adalah Kudungga, diikuti Aswawarman, dan Mulawarman yang mengadakan upacara besar dengan membagikan 20.000 ekor sapi.

Peninggalan: Prasasti Yupa, situs Muara Kaman
~400 M

Kerajaan Tarumanegara

Berdiri di Jawa Barat, diperintah oleh Purnawarman. Prasasti-prasasti Tarumanegara ditemukan di berbagai lokasi: Prasasti Tugu menceritakan penggalian saluran irigasi Sungai Candrabhaga, Prasasti Ciaruteun menampilkan jejak kaki raja sebagai tanda kekuasaan. Tarumanegara menunjukkan bahwa pada abad ke-5, Jawa Barat sudah memiliki pemerintahan terorganisir dengan kemampuan teknis pengairan.

Peninggalan: Prasasti Tugu, Ciaruteun, Kebon Kopi, Jambu, Lebak, Munjul
683–1377 M

Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan maritim Buddha terbesar di Asia Tenggara, berpusat di Palembang. Dapunta Hyang Sri Jayanasa mendirikan kerajaan ini seperti yang tercatat dalam Prasasti Kedukan Bukit (683 M). Sriwijaya menguasai jalur perdagangan Selat Malaka dan menjadi pusat pendidikan Buddhis yang menarik pelajar dari Cina dan India. Biksu I-Tsing dari Cina tinggal selama 6 bulan di Sriwijaya tahun 671 M untuk mempelajari Sanskerta.

Peninggalan: Prasasti Kedukan Bukit, Talang Tuwo, Karang Brahi, Kota Kapur, Gandasari
732–928 M

Kerajaan Mataram Kuno

Berdiri di Jawa Tengah, dipimpin oleh dua dinasti yang bergantian: Dinasti Sanjaya (Hindu) dan Dinasti Syailendra (Buddha). Dinasti Syailendra membangun Candi Borobudur (abad ke-8), salah satu mahakarya arsitektur dunia. Dinasti Sanjaya membangun Candi Prambanan (abad ke-9), kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Pada tahun 928 M, pusat kerajaan dipindahkan ke Jawa Timur oleh Mpu Sindok karena letusan Gunung Merapi.

Peninggalan: Candi Borobudur, Prambanan, Kalasan, Sewu, Plaosan, Prasasti Mantyasih
1293–1527 M

Kerajaan Majapahit

Kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara. Didirikan oleh Raden Wijaya tahun 1293 M di Jawa Timur. Puncak kejayaan tercapai di bawah Hayam Wuruk (1350–1389) dengan Mahapatih Gajah Mada yang mengucapkan Sumpah Palapa — berjanji tidak akan menikmati palapa sebelum seluruh Nusantara disatukan. Naskah Nagarakretagama (1365) karya Mpu Prapanca mencatat lebih dari 90 negara vassal dari Sumatra hingga Papua.

Peninggalan: Prasasti Kudadu, Nagarakretagama, Candi Penataran, Gapura Wringin Lawang

Tokoh-Tokoh Penting

Gajah Mada

Mahapatih Majapahit, pengucap Sumpah Palapa, penyatu Nusantara.

Mpu Prapanca

Pujangga Majapahit, pengarang Nagarakretagama (1365 M).

Mulawarman

Raja Kutai, tercatat dalam prasasti Yupa sebagai pemberi 20.000 ekor sapi.

Dapunta Hyang Sri Jayanasa

Pendirii Sriwijaya, dikisahkan dalam Prasasti Kedukan Bukit.

Peninggalan Sejarah

Candi Prambanan
Candi Borobudur

Rangkuman BAB 1

  • Pengaruh Hindu-Budha masuk melalui jalur perdagangan dan asimilasi budaya, bukan penjajahan
  • Kutai dan Tarumanegara adalah kerajaan Hindu tertua (abad ke-4–5)
  • Sriwijaya adalah kerajaan maritim Buddha yang menguasai Selat Malaka
  • Mataram Kuno menghasilkan Borobudur (Buddha) dan Prambanan (Hindu)
  • Majapahit adalah kerajaan terbesar dengan visi persatuan Nusantara melalui Sumpah Palapa